Koperasi

Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan (Undang-undang Perkoperasian, 1992). Koperasi adalah kumpulan orang-orang yang bersifat sukarela sebagai organisasi usaha yang dikendalikan secara demokratis dan mempunyai tujuan ekonomi bersama dengan kontribusi modal yang adil, menanggung kerugian bersama dan menerima keuntungan secara adil (International Labour Office , 2008)

Koperasi juga sebagai lembaga yang berwatak sosial dengan tata susunan ekonomi yang khas. Ciri yang khas dari koperasi yang bersifat kekeluargaan bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan anggotanya. Tujuan koperasi Indonesia yang lebih jauh dan lebih luhur ialah mencapai terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.

Koperasi berperan sebagai lembaga ekonomi yang dijadikan andalan untuk mengembangkan pembangunan ekonomi Indonesia. Koperasi diharapkan menjadi sarana untuk membangun dan mengembangkan potensi ekonomi anggota koperasi pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. Koperasi menjadi lembaga ekonomi yang dapat berperan aktif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Perekonomian nasional yang kokoh secara langsung terbantu oleh keberadaan Koperasi sebagai sokoguru ekonomi. Semua itu dapat terjadi karena ekonomi nasional berlandaskan pada azas kekeluargaan yang dapat mengakomodir semua kepentingan masyarakat (Undang-undang Perkoperasian, 1992).

Koperasi lahir sebagai alat perjuangan rakyat Indonesia dalam bidang ekonomi untuk mewujudkan masyarakat yang berkeadilan sosial. Pembangunan ekonomi Indonesia tidak akan terlepas dari peran koperasi sebagai wadah gerakan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup demi masa depan yang lebih baik. Koperasi Indonesia sangat dirasakan manfaatnya oleh rakyat miskin sebagai wadah ekonomi yang menjadi sumber mata pencaharian.

Pembangunan ekonomi nasional tidak akan terlepas dari peran koperasi sebagai wahana untuk pembinaan ekonomi lemah. Seharusnya koperasi dapat menjadi lembaga ekonomi yang kuat sehingga golongan ekonomi lemah dapat memainkan peranannya dalam tatanan ekonomi nasional. Secara konseptual, seharusnya koperasi menjadi pilihan alternatif masyarakat untuk dapat bertahan menghadapi kondisi ekonomi global karena koperasi bekerja berlandaskan pada asas kekeluargaan. Namun pada kenyataannya koperasi di Indonesia belum dapat menempatkan diri pada tempat yang semestinya yakni sebagai sokoguru ekonomi nasional. Ada banyak koperasi yang mengalami kebangkrutan atau berhenti melakukan kegiatan ekonomi karena dipengaruhi oleh banyak hal.

Salah satu koperasi yang dimaksud adalah Koperasi Mekar Nanjung di Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Desa Cinanjung memiliki karakteristik dengan sebagian besar mata pencahariannya adalah petani. Berada di kaki gunung Geulis, Desa Cinanjung menjadi representasi sebagian besar ciri masyarakat Indonesia. Kondisi geografis yang khas menjadikan beternak domba sebagai kebiasaan masyarakat. Kebiasaan masyarakat beternak domba dikoordinir oleh koperasi sebagai wadah untuk mengembangkan usaha peternakan domba. Masyarakat cenderung memilih untuk mendirikan koperasi sebagai wadah aspirasi ekonomi mereka karena mengalami kesulitan untuk mengahadapi persaingan pasar dengan mengakomodir modal dan meningkatkan efisiensi pelayanan terhadap anggota.

Koperasi Mekar Nanjung adalah koperasi simpan pinjam yang mempunyai peran untuk membangun dan mengembangkan potensi usaha peternakan domba para anggotanya. Dengan potensi ekonomi yang ada diharapkan kebutuhan ekonomi keluarga para anggotanya dapat terpenuhi. Sebagai koperasi simpan pinjam, koperasi Mekar Nanjung senantiasa berusaha menyediakan sarana produksi ternak sebagai penunjang kegiatan peternakan.

Koperasi Mekar Nanjung merupakan koperasi yang didirikan oleh Kelompok Tani Hutan Mekar Jaya. Koperasi ini berdiri pada tanggal 16 Maret 2005 dengan No. Badan Hukum 299/KEP/BH/DK.10.13/III/2005. Koperasi ini memiliki bangunan sendiri dengan pola administrasi tersendiri dan terdiri dari 3 orang pengurus dan 60 anggota.

Apabila melihat fungsi dan peran koperasi maka koperasi berperan penting untuk mendorong keberhasilan usaha peternakan domba. Meningkatnya taraf ekonomi anggota merupakan wujud keberhasilan usaha peternak. Salah satu ukuran keberhasilan usaha peternakan adalah tingkat efisiensi usaha. Efisiensi usaha adalah kemampuan seseorang untuk melakukan atau menghasilkan sesuatu tanpa pemborosan waktu, tenaga, energi dan sebagainya. Efisiensi juga merupakan salah satu informasi tentang bagaimana sumberdaya yang tertentu digunakan agar produksi optimal dapat dicapai dalam suatu proses produksi sehingga tercapai kemakmuran masyarakat. Dengan adanya efisiensi usaha maka diharapkan akan didapati peluang pasar yang luas, serta biaya yang sedikit dalam suatu proses produksi namun mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Koperasi dikatakan berhasil apabila memenuhi kriteria berdasarkan Undang-undang nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Koperasi harus memenuhi syarat sebagai berikut: (1) Sekurang-kurangnya memiliki 20 anggota; (2) Memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga; (3) Memperoleh status badan hukum setelah akta pendiriannya disahkan oleh Pemerintah; (4) Hak dan kewajiban anggota koperasi sudah terpenuhi; (5) Memiliki perangkat koperasi yang terdiri dari rapat anggota, pengurus dan pengawas; (6) Memiliki modal usaha; dan (7) Memiliki sisa hasil usaha (SHU) sebagai keuntungan usaha koperasi.

Keberhasilan usaha peternakan anggota koperasi dipicu oleh pelayanan koperasi. Pelayanan koperasi merupakan salah satu konsep modernisasi organisasi koperasi yang mempunyai arti penting demi kemajuan koperasi itu. Apabila pelayanan koperasi berhasil maka peternak memiliki persepsi positif tentang koperasi itu. Koperasi menjadi pemicu meningkatnya kinerja para anggotanya. Setiap anggota memperlihatkan peningkatan kinerja dengan ditandai oleh terpenuhinya panca usaha ternak domba yang terdiri dari 5 aspek yakni (1) bibit dan reproduksi; (2) pakan; (3) pemeliharaan; (4) perkandangan dan (5) pengendalian penyakit. Sikap peternak tersebut merupakan respon yang dipengaruhi oleh koperasi yakni dengan terus melakukan kontrol sosial. Kontrol sosial tersebut dimaksudkan untuk menciptakan ketertiban bagi anggota koperasi itu sendiri.

Koperasi Mekar Nanjung hingga saat ini belum mengalami perkembangan yang signifikan. Hal ini ditandai dengan kondisi fisik koperasi yang tidak mengalami perubahan sejak pertama kali didirikan. Selain itu, Koperasi Mekar Nanjung mengalami kesulitan untuk mendapatkan dana dari lembaga keuangan atau Pemerintah. Dana yang terbatas menjadikan Koperasi Mekar Nanjung sulit melaksanakan program kerja yang sudah direncanakan.

Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha peternakan domba. Usaha ternak domba anggota koperasi belum dapat meningkatkan taraf hidup anggotanya. Jumlah populasi ternak domba setiap anggota koperasi hingga saat ini belum mengalami pertambahan.

Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha peternakan domba anggota Koperasi Mekar Nanjung. Sebagian faktor tersebut berasal dari kondisi Koperasi Mekar Nanjung yang turut mempengaruhi usaha ternak domba. Faktor-faktor tersebut menjadi bahan kajian penulis dalam melakukan penelitian. Ada faktor yang menjadi penghambat dan faktor yang menjadi pendukung keberhasilan usaha ternak domba.

Responses

  1. Semangat+ semangat’ … Penelitan….

  2. tolong bahasa masalah MENGAPA ANTUSIAS MASYARAKAT MENDIRIKAN KOPERASI LEBIH TINGGI PADA MASA ORDE LAMA KETIMANG DI MASA ORDE BARU DAN REFORMASI SAAT INI PADAHAL DUKUNGAN PEMERINTAH LEBIH BESAR KETIMANG SAAT ORDE LAMA???????
    tolong di bahas ya……….

  3. mungkin pada masa orde baru dan masa reformasi lebih banyak bla-bla-bla-bla nya kemudian saat ini banyak tukang minjemin modal dengan balance yang masuk akal, lembaga modal dari yang pakai dasi sampai pakai sendal jepit pun ikut andil. so.. kalau ada yang mudah kenapa cari yang ribet.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: