Oleh: muhammadyusufansori | Juli 14, 2010

Kami Membutuhkan Padang Pengembalaan

Rumput sebagai pakan utama bagi domba memang menjadi hal utama yang  harus disediakan ketika menjalankan usaha ternak domba. Rumput seakan menjadi barang mahal ketika kemarau tiba tetapi berlimpah ketika musim penghujan tiba. Kuantitasnya yang sedikit di musim kemarau dan banyak di musim hujan adalah masalah tersendiri bagi pemilik ternak di manapun.

Di daerah tempatku tinggal, pengelolaan rumput tidaklah sebaik pengelolaan rumput di Australia, Eropa maupun Amerika. Katanya, disana rumput tersedia di alam dengan cukup karena kepemilikan tanah yang luas bagi setiap peternak. Kendala lahan yang sudah dapat teratasi sehingga pengelolaanya pun lebih mudah maka dalam situasi sulit sekalipun rumput sudah dapat diatasi. Sebaliknya, kebanyakan orang di daerahku tidak memliki tanah yang cukup luas untuk sebuah padang pengembalaan. Kami hanya mengandalkan rumput liar untuk memberi makan domba-domba kami. Walaupun jumlah ternaknya sedikit, tetap saja terasa sukar mengatasinya karena peruntukan tanah di sini lebih diutamakan untuk tanaman padi.

Menurut saya itulah kendala utama kenapa peternakan di sini tidak dapat berkembang lebih baik lagi. Rumput saja masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas ternak. Saya sendiri tidak tahu, bagaimana awalnya pengelolaan tanah di sini apakah semata-mata untuk dimiliki atau benar-benar akan dijadikan tanah produktif. Jika disini difokuskan jadi areal pertanian, tidak ada irigasi yang bisa mengairi sawah sepanjang tahun.  Namun, jika akan dijadikan areal peternakan sekat-sekat kepemilikannya terlalu sempit.

Tentu saja solusinya harus ada sebagian pihak yang rela sawahnya dijadikan padang pengembalaan untuk sepanjang tahun. Apakah sawahnya disewakan atau dijual kepada pihak yang siap mengelola sawahnya menjadi areal peternakan. Tapi, jika pemerintah punya anggaran untuk peternakan maka lebih baik anggaran itu didahulukan untuk menyediakan areal padang pengembalaan yang sifatnya permanen. Jika tanahnya diberi oleh pemerintah maka pengelolaannya bisa dilakukan bersama dalam satu kelompok peternak.

Tanpa ada tanah yang bisa dikelola untuk padang pengembalaan, maka saya pikir manajemen padang pengembalaan yang saya pelajari di kampus itu tidak akan pernah dipakai.  Justru solusi bagaimana menyediakan padang pengembalaan itu sendiri yang belum mendapatkan jawaban dari setiap kuliah yang saya ikuti.

Sekarang saya menghimbau pada setiap pihak yang berkepentingan pada hal ini untuk meluangkan waktu dan menyumbangkan tenaganya untuk menyelesaikan masalah yang satu ini. Bagi pihak yang punya kelebihan dana, ya kami mohon bantuan _baik dalam bentuk hibah atau dana pinjaman_ untuk membeli atau menyewa lahan pengembalaan. Bila anda peduli dengan peternakan Indonesia maka andil sekecil apapun akan sangat berharga.

Bangsa ini sudah melupakan akar budaya hidupnya sendiri sebagai bangsa petani seperti kacang lupa akan kulitnya. Maka jangan biarkan kelupaan itu terlalu lama karena bisa membuat kita sengsara. Masa daging aja masih impor……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: