Oleh: muhammadyusufansori | April 22, 2010

Memetik Hikmah dari Kenaikan Harga Pupuk

Kenaikan harga pupuk di pasaran memaksa petani untuk kembali mengetatkan ikan pinggang karena semakin beratnya beban petani untuk membiayai usahanya. Beratnya beban petani yang selama ini dirasakan justru semkin mengecilkan niat banyak kalangan untuk terjun ke bidang usaha pertanian. Namun, di tengah kepanikan yang  sedamng terjadi kita bisa mencoba untuk berpikir positif. Kebijakan yang tidak pro petani ini memang sulit diubah karena alasan penghematan anggaran negara.

Sebagai petani, kita bisa menghemat banyak uang jika kita sendiri meenghadapi kenaikan harga pupuk dengan  lebih banyak menggunakan pupuk kandang. Sungguh sulit memang, mengubah kebiasaan menggunakan pupuk kimia yang praktis menjadi menggunakan pupuk kandang yang memerlukan perlakuan khusus. Perlu banyak tenaga yang kita butuhkan sehingga kita sendiri membutuhkan tenaga tambahan hingga sampai menggunakannya.

Pola penggunaan pupuk kandang sudah biasa dilakukan di pedesaan tempat saya tinggal. Para petani bisa menaburkan pesawahan dengan pupuk dari kotoran domba atau kotoran sapi. Penaburan dilakuan beberapa hari sebelum lahan dicangkul. Dengan air yang mencukupi, diharapkan unsur hara yang terdapat pada kotoran hewan tersebut dapat dimanfaatkan oleh tanah. Dengan begitu, unsur hara tanah kembali membaik ketika siap untuk ditanami.

Penggunaan pupuk organik seperti ini mutlak untuk dilakukan di tengah melambungnya harga pupuk kimia yang telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementrian Pertanian sejak awal April 2010. Apabila menggunakan pupuk organik terbukti lebih murah, kenapa kita sebagai petani enggan untuk menggunakannya? Kondisi ini menjadi pembelajaran berharga untuk kita bahwa alam pun tidak bisa terus dipaksa untuk menerima sesuatu yang ‘asing’ baginya.


Responses

  1. pupuk organik : makin byk petani yg gunakan bahan kimia untuk pupuk & herbisida dan berlangsung bertahun-tahun ,akibatnya kesuburan tanah berkurang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: