Oleh: muhammadyusufansori | Februari 25, 2010

Peternak Terpaksa Mengutang ke Rentenir untuk Menutupi Biaya Produksi

Peternak sapi perah di Lembang, Kabupaten Bandung Barat mulai terjerat utang kepada rentenir untuk menutupi biaya produksi yang semakin tinggi. Sejumlah peternak bahkan mulai berpikir menjual sapi untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari (Kompas, 12/2/2010). Peternak sapi perah terpaksa meminjam uang kepada rentenir karena harga jual susu ke koperasi tidak bisa menutupi biaya produksi harian. Peternak membutuhkan rata-rata Rp. 33.000 perhari untuk biaya pemeliharaan satu ekor sapi.

Di Lembang, harga pakan baik konsentrat, rumput maupun pakan alternatif terus mengalami kenaikan. Harga konsentrat naik dari Rp. 1.000 menjadi Rp. 1.300 – Rp. 2000 per kilogram selama dua bulan terkahir. Harga rumput yang semula Rp. 300 – Rp. 500 menjadi Rp. 600 – Rp. 800 perkilogram. Mungkin, kenaikan ini mengikuti tren kenaikan harga beras dan berbagai bahan pokok di pasaran.

Tingginya ongkos produksi ini, ternyata tidak diimbangi dengan harga beli susu dari peternak oleh koperasi. Peternak menjual susu hasil perahannya ke Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara seharga Rp. 3.000 – Rp. 3.100 per liter. Padahal, jika mau seimbang seharusnya koperasi membeli minimal seharga Rp. 3.500 per liter.

Subsidi Penunjang Produksi Peternakan

Memperhatikan fenomena diatas, maka alangkah lebih baik alokasi anggaran negara diprioritaskan untuk menunjang sarana penujang produksi. Subsidi untuk pakan bisa berupa penyediaan lahan bersama supaya peternak bisa mendapatkan pakan dengan gratis tanpa harus membeli.  Subsidi juga bisa diberikan pada bahan-bahan dasar konsentrat seperti bungkil kedelai, dedak, ampas bir, ampas gandum dan bahan lainnya. Dengan begitu, diharapkan bahan pakan untuk sapi menjadi lebih murah.

Menteri Koperasi dan Usaha kecil Menengah (Menkop dan UKM) Syarief Hasan berencana mengadakan program minum susu gratis bagi anak sekolah untuk menolong usaha peternakan rakyat (Media Indonesia, 15/2/2010)  Diharapkan susu dari peternakan rakyat dikonsumsi lebih banyak oleh masyarakat. Dengan begitu, kelangsungan usaha peternakan rakyat dapat terus berlangsung.

Namun, apakah program tersebut benar-benar akan efektif? Alangkah lebih baik jika anggaran yang ada tidak ‘dihambur-hamburkan’ begitu saja. Dalam kondisi darurat seperti ini, peternak butuh kepastian usaha. Biaya produksi yang terus naik harus segera dikurangi dengan subsidi dari pemerintah.

Jika program bagi-bagi susu ini berjalan, apakah peternak akan merasakan imbasnya? Sepertinya, hanya koperasi dan industri pengolahan susu yang merasakan untungnya. Pada kenyataannya, peternak masih sibuk mencari uang kesana-kemari untuk membeli pakan dan konsentrat.

Strategi Mengalahkan Persaingan dengan Susu Impor

Strategi untuk mengalahkan persaingan dengan susu impor bukanlah dengan membagi-bagikan susu ke anak sekolah tetapi tentu saja menurunkan harga serendah mungkin. Saat ini, susu nasional jauh lebih mahal dibandingkan susu impor sehingga industri pengolahan pun lebih tertarik dengan susu impor. Harga susu impor berkisaran diantara Rp. 2.800 – Rp. 3.000 per liter sedangkan susu lokal dihargai Rp. 3.600 per liter.

Kepastian usaha pun harus menjadi perhatian pemerintah dalam menetapkan strategi persaingan produk susu nasional. Jika peternak diyakinkan bahwa beternak sapi perah masih menguntungkan dan prospektif maka peternak bisa meningkatkan produksinya. Keyakinan peternak itu mendorong mereka untuk mencari modal walaupun harus meminjam ke bank. Jika tidak ada kepastian usaha, buat apa pinjam uang untuk modal beternak.

Keyakinan peternak akan timbul jika persaingan pasar terlihat dengan nyata. Kenaikan harga pun tidak harus terjadi asalkan masih memberikan keuntungan. Jika saat ini peternak meminta kenaikan harga karena dengan harga tinggi pun masih tetap kurang menguntungkan. Peternak tidak punya kewenangan untuk menaikan harga karena sistem monopsoni oleh koperasi yang sudah berjalan lama. Pemerintah (daerah maupun pusat) jangan terpengaruh oleh usulan-usulan berbagai kalangan yang sarat dengan kepentingan. Ketegasan mengambil sikap sangat diperlukan saat ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: