Oleh: muhammadyusufansori | Desember 30, 2009

Waspada Produk China Ditahun Baru

Tahun 2010 telah kita jelang. Tahun ini diprediksi sebagai tahun perubahan menuju arah yang lebih ‘sulit’. Kesulitan yang dimaksud adalah dengan datangnya produk-produk China dimana akan terjadi persaingan ketat dengan produk lokal. Banyak pengusaha yang khawatir karena akan kalah bersaing.

Sebuah persaingan adalah hal wajar. Namun, persaingan yang tidak seimbang sudah pasti dapat diprediksi siapa yang kalah dan yang menang. Pengusaha makanan, minuman, petani, peternak, pakaian dan masih banyak lagi subsektor ekonomi yang kehilangan pangsa pasar mereka karena tergantikan oleh produk China yang harganya lebih murah.

Ekspansi China ini adalah hal yang wajar di era globalisasi seperti sekarang ini. Tinggal, sejauh mana kesiapan kita menghadapi segala akibat yang bakal terjadi. Diprediksi, pengangguran akan kembali meningkat karena banyak pengusaha yang gulung tikar. Karyawan akan  banyak yang jadi ‘tumbal’. Ketika pengangguran meningkat maka daya beli masyarakat pun jadi menurun. Imbasnya, masyarakat cenderung memilih produk China yang murah. Lalu, kemana produk lokal larinya?

Kewaspadaan harus ditingkatkan mengingat akan ada banyak kemungkinan yang terjadi. Kita harus malu jadi bangsa Indonesia (kata Taufik Ismail juga gitu kan…) karena jadi pembeli di warung sendiri. Keuletan, kemandirian dan kecerdasan orang China dalam berdagang harus kita tiru juga. Di Media Indonesia edisi Rabu, 29 Desember 2009 Zong Shan Wakil Menteri Perdagangan China menyatakan bahwa, ” Lebih baik menjual 20 juta kemeja daripada menjual Boeing 747. Dengan menjual kemeja kita bisa mempekerjakan 10.000 tenaga kerja yang dapat mensejahterkan 30.000 orang China.”

Masalahnya, kita sebagai pribumi masih males-malesan mengerjakan hal-hal yang kecil tapi sudah berpikir besar. Kita nggak rajin menaman lobak tapi kita malah beli dari pasar. Ingat, lobak pun sudah impor lho! Gengsian, nggak mau susah, maunya instant melulu sudah jadi kebiasaan umum orang di negeri ini. Padahal China mengeskpor peniti hingga mobil!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: