Oleh: muhammadyusufansori | Desember 1, 2009

Isu Pertanian dalam Konferensi WTO di Jenewa

Mari sejenak mengalihkan perhatian kita ke Jenewa, Swiss dimana disana sedang digelar Konferensi Tingkat Menteri dari 153 negara anggota World Trade Organization (WTO) sejak 30 November – 2 Desember 2009. Salah satu isu penting yang senantiasa hangat untuk diperbincangkan adalah isu pertanian. Kehangatan isu ini sempat mengundang protes para aktivis di Swiss. Mereka beranggapan bahwa WTO telah mengeluarkan ‘kebijakan’ perdagangan yang telah menciptakan kemiskinan di negara-negara kaya dan miskin dengan memeras para petani.

Isu pertanian dalam setiap konferensi WTO menjadi isu sentral yang diusulkan oleh negara-negara berkembang _termasuk Indonesia_. Berikut ini kronologi isu-isu sentral dimana menjadi bahan perbincangan yang tidak kunjung mendapatkan titik temu.

November 2001 : Para anggota WTO bertemu di Qatar menyepakati pembicaraan multilateral pada Putaran Doha dengan penekanan pada pembangunan dan pembukaan pasar dalam pertanian, manufaktur serta jasa. Mereka menetapkan target pelaksanaan pada 1 Januari 2005.

Januari 2002 : Awal yang menjanjikan dengan cepatnya pemilihan Dirjen untuk memimpin negosiasi antarkelompok di Jenewa, markas WTO.

Maret 2003 : Negara-negara anggota WTO gagal memenuhi tenggat waktu untuk memutuskan formula tarif pertanian, dukungan domestik dan subsidi ekspor. Hal yang sama juga terjadi untuk sektor manufaktur dan jasa.

September 2003 : Negara berkembang menyerang proposal pertanian AS-Uni Eropa pada pertemuan menteri di Cancun, Meksiko dan membentuk blok negosiasi G-20 yang dipimpin India dan Brasil.

Juli 2004 : Para negosiator menyepakati kerangka kerja untuk penyelesaian Putaran Doha, tetapi menunda keputusan tersulit.

1 Januari 2005 : Para anggota WTO gagal memenuhi target mereka.

Desember 2005 : WTO mengadakan pertemuan menteri kelima mereka di Hongkong. Mereka setuju untuk menghilangkan subsidi ekspor pertanian pada 2013, tetapi lagi-lagi gagal untuk menyepakati formula  pemotongan subsidi pertanian domestik dan tarif.

April 2006 : Para negosiator kembali gagal memenuhi tenggat manufaktur dan pertanian yang baru yang telah ditetapkan di Hongkong.

Juli 2006 : Dirjen WTO Pascal Lamy menunda negosiasi pascakegagalan G6 (AS, Uni Eropa, Brasil, India, Jepang dan Australia) memecah jalan buntu sektor pertanian.

Februari 2007 : Lamy umumkan negosiasi kembali dimulai.

Juni 2007 : Pembicaraan kembali gagal, kali ini India dan Brasil mengeluhkan prilaku AS dan Uni Eropa yang meminta akses ke pasar manufaktur yang terlalu banyak  sebagai ganti pemotongan tarif dan subsidi pertanian mereka.

Februari 2008 : Duta Besar Kanada untuk WTO Don Stephenson dan Duta Besar Selandia Baru untuk WTO Crawford Falconer mengeluarkan versi revisi teks negosiasi tentang barang-barang industri dan pertanian.

29 Juli 2008 : Pembicaraan WTO kembali gagal karena AS dan India tidak menemukan titik kompromi tentang ukuran yang dipakai untuk melindungi para petani di negara-negara miskin dari gelombang impor.

30 Nopember – 2 Desember 2009 : WTO kembali mengadakan pertemuan para menteri. Tujuannya tidak untuk negosiasi Doha, tetapi untuk mengambil jatah dalam badan kerja dan plot WTO ke depan.

Kenapa Isu Pertanian begitu Penting?

Selama ini banyak kalangan yang beranggapan bahwa WTO hanyalah sebagai alat pihak negara-negara maju terutama AS-Uni Eropa untuk mengendalikan perdagangan dunia. Komoditas pertanian seperti kedelai dan jagung harganya menjadi lebih murah dibandingkan produksi negara berkembang. Subsidi yang diterapkan Pemerintah AS-Uni Eropa membuat negara lain kalah bersaing dalam percaturan perdagangan dunia.

Bertahun-tahun kebijakan ini membuat para petani di negara dunia ketiga terjerat oleh produk pertanian impor dari negara-negara maju. Imbasnya, pertanian lokal menjadi tersendat padahal menjadi sektor ekonomi utama negara-negara berkembang.


Responses

  1. benar benar harga-harga produk pertanian dari uni eropa dan amerika mencekik petani kito

  2. Terimakasih tulisannya. Kunjungi juga semua tentang Pakpak di http://boeangsaoet.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: