Oleh: muhammadyusufansori | Juni 24, 2009

Optimalisasi Potensi Desa

Pernah dimuat di Tribun Jabar edisi 24 Juni 2009

Bulan Juni dan Juli adalah bulan bertambahnya pengangguran di Indonesia. Pada bulan tersebut, banyak angkatan kerja lulusan SD, SMP, SMA atau Perguruan Tinggi yang mencari kerja sebagai konsekuensi hidup ketika lulus dari jenjang pendidikan yang ditekuninya. Kondisi ini tidak hanya ada di perkotaan dengan populasi pSuasana Desaenduduk yang banyak tetapi terjadi pula di pedesaan. Kondisi yang dilematis ketika usia angkatan kerja yang seharusnya produktif tidak dapat mengapresiasikan potensinya karena sempitnya lapangan kerja yang tersedia.

Krisis ekonomi berkepanjangan yang terjadi di negeri ini telah menyeret penduduk pedesaan untuk senantiasa melakukan urbanisasi ke perkotaan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak. Opsi ini sudah menjadi tradisi diberbagai daerah sehingga begitu banyak pemuda desa yang berambisi untuk ‘mengadu nasib’ ke perkotaan. Kondisi ini membuat pola penyebaran penduduk yang tidak baik dimana potensi sumbedaya manusia cenderung terkonsentrasi di perkotaan.

Mengapa Harus Urbanisasi?

Rendahnya potensi daerah adalah salah satu alasan tingginya angka urbanisasi. Banyaknya penduduk usia angkatan kerja yang meninggalkan daerahnya menjadikan daerah asal mereka seakan terabaikan. Tren ‘merantau’ sudah menjadi hal yang lumrah sehingga ‘harus’ dilakukan oleh pemuda angkatan kerja.

Rendahnya minat seseorang untuk menggali potensi daerahnya juga menjadi alasan lain untuk mencari penghidupan di perkotaan. Banyak penduduk pedesaan yang tidak mengetahui kebutuhan penduduk daerah lain dimana daerahnya bisa memenuhinya. Misalnya, kebutuhan penduduk perkotaan akan sayuran dimana hanya pedesaan yang mampu menyediakannya. Selain itu, banyak kebutuhan pangan yang harus dipenuhi penduduk perkotaan dimana penduduk pedesaan dapat memenuhinya.

Mencari Potensi Desa dengan Menggali Informasi

Informasi yang tepat tentang kebutuhan masyarakat luas adalah hal penting untuk dapat menggali potensi daerah. Informasi tersebut bisa berasal dari media massa atau sumber langsung yang memiliki kebutuhan.  Untuk itu, kita harus rajin menggali informasi dengan jalan bersosialisasi dengan berbagai  kalangan seperti Pemerintah, pengusaha, pemilik pasar tradisional atau pasar modern dan kalangan yang mempunyai kepentingan dengan daerah yang kita huni.

Informasi yang kita dapatkan adalah hal berharga yang harus kita jaga. Untuk menjaganya, kita sosialiasikan dengan orang disekitar kita maka diharapkan mendapatkan informasi tambahan yang memperkaya pengetahuan kita. Terpeliharanya informasi potensi daerah menjadi pemicu seseorang untuk menggali potensi daerahnya. Banyak cara untuk memelihara potensi daerah yang kita miliki, diantaranya dengan mengadakan forum desa dimana dipertemukan antara masyarakat, Pemerintah dan kalangan yang berkepentingan. Forum ini menjadi ajang pertukaran informasi antara berbagai pihak terutama untuk generasi muda. Misalnya, pengusaha dari perkotaan yang membutuhkan sayuran untuk dijual di supermarket bertukar informasi dengan masyarakat setempat sedangkan Pemerintah bertindak sebagai mediator.

Saat ini, sering terjadi kebingungan di kalangan anak muda di pedesaan tentang ‘apa yang harus dilakukan’ ketika mereka menyelesaikan pendidikannya. Dengan adanya forum desa ini, maka diharapkan ada pencerahan sehingga para pemuda tahu apa yang harus dilakukan. Kebingungan itu tergambar dari banyaknya pemuda desa yang memilih menganggur daripada harus menggarap tanah milik keluarganya. Mereka beranggapan bahwa hasil bumi tidak dapat menghasilkan ‘uang’ yang selama ini mereka butuhkan.

Alangkah lebih baik jika para investor menanamkan modalnya di pedesaan sehingga akan menyerap cukup banyak tenaga kerja. Lemahnya investasi di pedesaan bisa menjadi penyebab kurang seriusnya masyarakat desa mengoptimalkan potensi daerahnya. Mayoritas dari mereka cenderung menggarap lahan apa adanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Investasi di bidang pertanian diharapkan menjadi pemicu para petani untuk meningkatkan hasil buminya sehingga akan terasa manfaatnya. Hal ini menjadi cerminan bagi para pemuda untuk menekuni usaha dibidang pertanian karena mereka melihat prospek yang cerah.

Kesungguhan

Semua pihak harus memperlihatkan kesungguhannya dalam memberdayakan masyarakat desa. Kesungguhan ini dapat terwujud dari terbukanya akses infromasi yang diinginkan. Tanpa adanya upaya yang serius maka tidak menjadi pendongkrak kesetabilan ekonomi pedesaan yang selama ini menjadi tumpuan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: