Oleh: muhammadyusufansori | Oktober 20, 2008

Harga Kedelai Naik

SURAKARTA — Produsen tahu dan tempe di Surakarta bingung. Masalahnya, sejak Juli lalu mereka menikmati kedelai bersubsidi, tapi tiba-tiba kini harus gigit jari. Mulai Oktober ini, subsidi dihentikan. Belum jelas kapan subsidi kedelai akan digelontorkan kembali.

Akibatnya, produksi tahu-tempe membengkak. “Kedelai yang dijual di koperasi produsen tahu-tempe sekarang tidak melayani lagi kedelai bersubsidi,” kata Sutadi, seorang produsen tahu-tempe di sentra industri tahu-tempe Kranggan, Jebres, Surakarta.

Karena itu, dia harus membeli kedelai dengan harga pasar, Rp 6.250 per kilogram. Sebelumnya, dia sempat menikmati subsidi dari pemerintah, yakni potongan Rp 1.000 per kilogram. Dengan subsidi itu, produsen membeli kedelai dengan harga Rp 5.250 per kilogram.

Seorang produsen lainnya, Narmi, juga mengeluhkan hal yang sama. Menurut dia, kedelai bersubsidi itu mulai tidak tersedia semenjak Lebaran. “Biaya produksinya jadi membengkak,” katanya. Untuk memenuhi bahan baku sebesar 1 kuintal per hari, Narmi terpaksa mengeluarkan tambahan biaya hingga Rp 100 ribu per hari.

Meski biaya produksi meningkat, kalangan produsen belum berani menaikkan harga. “Takut tidak laku,” katanya. Karena itu, kenaikan biaya produksi tersebut disiasati dengan mengubah ukuran menjadi lebih kecil.

Secara terpisah, pelaksana tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Penanaman Modal Kota Surakarta, Joko Pangarso, membenarkan informasi terjadinya pencabutan sementara kedelai bersubsidi itu, tapi ia tidak tahu kapan kedelai subsidi akan diberikan kembali. “Alasan utamanya, karena harga kedelai sudah berangsur turun,” katanya.

Sebelum subsidi dikucurkan, harga kedelai di pasar mencapai Rp 7.500 per kilogram. “Sekarang sudah turun hingga Rp 6.250,” ujarnya. Tujuan utama subsidi tersebut, kata Joko, adalah mengendalikan harga di pasar. “Jadi targetnya sudah terpenuhi,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta mengucurkan subsidi pembelian kedelai Rp 1.000 per kilogram kepada 335 produsen tahu-tempe. Lewat program itu, direncanakan produsen bisa menyerap 487,92 ton kedelai hingga akhir tahun ini. AHMAD RAFIQ-KORAN TMPO


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: