Berbagai media menyebutkan bahwa krisis pangan disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi China dan India sebagai penyebab terbatasnya gandum, beras dan jagung dunia, kerena semakin makmur mereka, maka semakin meningkat pula kebutuhan akan produk pangan. Mereka juga menyalahkan minminya produk sktor pertanian, khusunya Australia sebagi produsen gandum terbesar kedua dunia, akibat panjangnya musim kemarau disana.Alasan lain adalah mewabahnya jamur di areal pertanian gandum di Afrika Timur, Yaman, Iran dan Pakistan.
Harga jagung jagung meningkat akibat pengalihan fungsi etanol untuk menggantikan fungsi jagung menjadi biofuel penghasil etanol unutk menggantikan minyak yang dilakukan oleh negara berkembang dan juga amerika.
Padahal, peningkatan harga pangan dunia yang begitu cepat jelas disebabkan ulah spekulan yang sedang mencari cara investasi yang tidak terikat pengeluaran obligasi, sekuritas dan utang hipotek. Hal inilah yang dipandang sebagai investasi buruk setelah krisis kredit. Dengan dialihkannya uang kepada pembelian stok gandum, jagung, dan minyak di masa mendatang, dengan menggunakan kontrak jangka panjang. Spekulasi ini telah terjadi menjaid lingkaran yang mendanai peningkatan harga.
[...] Krisis Pangan? [...]
Oleh: Beternak Domba dalam Rangka Menyambut Idul Qurban « duniatani.wordpress.com on Desember 2, 2008
at 4:25 am