<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>duniatani.wordpress.com</title>
	<atom:link href="http://duniatani.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniatani.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Dec 2009 22:33:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='duniatani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a8318696a912982562cc343c4be6526e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>duniatani.wordpress.com</title>
		<link>http://duniatani.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://duniatani.wordpress.com/osd.xml" title="duniatani.wordpress.com" />
		<item>
		<title>Harga Pupuk Naik April 2010, Bagaimana Jadinya?</title>
		<link>http://duniatani.wordpress.com/2009/12/11/harga-pupuk-naik-april-2010-bagaimana-jadinya/</link>
		<comments>http://duniatani.wordpress.com/2009/12/11/harga-pupuk-naik-april-2010-bagaimana-jadinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 22:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhammadyusufansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniatani.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Lagi, harga pupuk kembali akan mengalami kenaikan harga mulai april tahun depan. Kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk terjadi karena adanya pemangkasan subsidi pupuk dari Rp. 17, 5 triliun menjadi Rp. 11, 3 triliun. Sebelum diberlakukannya kenaikan harga pupuk maka pemerintah  melalui Menteri Pertanian akan menaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=133&subd=duniatani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://www.pupuk-kujang.co.id"><img class="alignleft size-full wp-image-134" title="pupuk" src="http://duniatani.files.wordpress.com/2009/12/pupuk.jpg?w=103&#038;h=78" alt="" width="103" height="78" /></a>Lagi, harga pupuk kembali akan mengalami kenaikan harga mulai april tahun depan. Kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk terjadi karena adanya pemangkasan subsidi pupuk dari Rp. 17, 5 triliun menjadi Rp. 11, 3 triliun. Sebelum diberlakukannya kenaikan harga pupuk maka pemerintah  melalui Menteri Pertanian akan menaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) dari petani.</p>
<p style="text-align:justify;">Nantinya, akan ada banyak pihak yang dirugikan dan juga diuntungkan oleh kenaikan harga pupuk ini. Pihak yang dirugikan tentu saja para petani yang masih setia dengan pupuk kimia buatan. Ketergantungan petani akan pupuk dari pabrik menjadi kendala tersendiri dalam memenuhi biaya produksi padi dalam negeri. Saat ini saja, masih banyak petani yang kebingungan dengan harga pupuk yang ada karena tidak semua padi dari petani terus dijual ke pemerintah, dalam hal ini adalah Bulog sebagai distributor beras nasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dilihat secara sepintas, kebijakan ini terlihat adil karena Pemerintah menaikan harga beli gabah dari petani. Tetapi, saya pikir ini hanyalah strategi pemerintah untuk terus-menerus mengurangi beban subsidi pertanian yang  dinilai sangat penting. Untuk Bank Century Rp. 6,7 triliun bisa, kenapa untuk pertanian terus dikurangi? Padahal subsidi sektor produksi lebih menolong petani daripada subsidi langsung seperti pembelian gabah oleh pemerintah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Subsidi Penunjang Produksi Lebih Penting</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Subsidi sektor penunjang produksi dapat dirasakan oleh banyak petani, sekalipun gabahnya tidak dijual. Ingat, banyak petani lokal yang memanfaatkan hasil panennya untuk memenuhi pangan keluarga. Apakah petani seperti ini bisa menikmati harga gabah yang tinggi?</p>
<p style="text-align:justify;">Kenaikan harga komoditas saat ini seperti bola liar yang sulit dikendalikan. Jika harga pupuk tinggi, maka kesetabilan harga belum bisa terjamin. Masih banyak distributor yang berani mempermainkan harga. Kelangkaan bisa saja terjadi dengan alasan kenaikan harga. Banyak kemungkinan bisa terjadi, tinggal kesiapan kita untuk menghadapinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Agenda pengurangan subsidi pertanian yang digagas Pemerintah bisa jadi adalah buah kesepakatan dengan lembaga keuangan internasional seperti IMF (<em>International Monetery Fund</em>) dan Bank Dunia. Utang luar negeri yang dimiliki Indonesia begitu besar, sehingga sangat mudah negeri ini dikendalikan oleh lembaga-lembaga keuangan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Kekhawatiran lain ketika subsidi pertanian dipangkas adalah naiknya harga komoditas pertanian lokal. Pada 2010 nanti telah diberlakukan perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN dengan Cina. Daya saing rendah yang dimiliki petani kita tidak dapat membentengi membanjirnya produk pertanian dari Cina seperti buah-buahan, sayuran dan produk pangan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Efek dari kenaikan pupuk ini bukan hanya padi yang terkena imbasnya. Akan ada banyak produk pertanian yang mengalami kenaikan harga dan secara otomatis bisa terlibas oleh produk impor yang biasanya harganya lebih murah. Bisa jadi pemerintah Cina meningkatkan subsidi pertanian mereka untuk menekan ongkos produksi sedangkan pemerintah Indonesia melakukan hal yang sebaliknya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Mentan Cuci Tangan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menanggapi membanjirnya produk pertanian impor, Menteri Pertanian Suswono seakan cuci tangan dengan mengatakan bahwa kebijakan impor ada pada Menteri Perdagangan. Padahal, jika Mentan benar-benar membela petani nasional, dia harus bersikap tegas dan mempertaruhkan  jabatannya demi sebuah kebijakan yang propetani. Proteksi yang diusulkan Mentan itu hanyalah opini usang yang sulit dilakukan. Berbagai perjanjian perdagangan yang telah ditandatangani tidak bisa mengubah kondisi di lapangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Proteksi produk impor hanyalah upaya untuk memperlemah posisi Indonesia di kancah perdagangan internasional. Jika produk impor diproteksi, maka bisa saja negara pengekspor juga memproteksi produk Indonesia yang masuk ke negaranya. Lagipula, proteksi seperti apa yang diusulkan Mentan?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Kemandirian Petani</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak lama petani lokal senantiasa menggunakan pupuk buatan untuk meningkatkan hasil panennya. Sudah saatnya kita berlaih ke pupuk alami yang lebih murah dan ramah lingkungan. Jerat ‘pupuk buatan’ ini sudah menjadi alat politisasi petani sehingga petani semakin terpuruk.</p>
<p style="text-align:justify;">Petani lebih dituntut untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhannya. Kita sudah tidak bisa berharap lagi pada Pemerintah  dalam hal penyediaan sara penunjang poduksi. Orang yang bisa kita harapkan adalah para konsumen yang masih setia memakan nasi dan lauknya dari petani lokal.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniatani.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniatani.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniatani.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniatani.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniatani.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniatani.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniatani.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniatani.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniatani.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniatani.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=133&subd=duniatani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniatani.wordpress.com/2009/12/11/harga-pupuk-naik-april-2010-bagaimana-jadinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fef04df0859a6d824081d4fe1be82e49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhammadyusufansori</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniatani.files.wordpress.com/2009/12/pupuk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pupuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melawan Hegemoni WTO</title>
		<link>http://duniatani.wordpress.com/2009/12/04/melawan-hegemoni-wto/</link>
		<comments>http://duniatani.wordpress.com/2009/12/04/melawan-hegemoni-wto/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 15:02:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhammadyusufansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniatani.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Isu perdagangan bebas memang menjadi isu hangat dunia yang dimana efeknya tidak disadari oleh banyak orang. Perekenomian global yang sulit  difahami membuat orang enggan memperhatikan berbagai upaya WTO (World Trade Organization) dalam mengendalikan perekonomian dunia. Secara tersirat, kita dapat melihat kelicikan negara-negara maju ketika mereka menyerang banyak negara dunia ketiga dengan berbagai produk impor yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=130&subd=duniatani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://duniatani.files.wordpress.com/2009/12/wto1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-131" title="WTO" src="http://duniatani.files.wordpress.com/2009/12/wto1.jpg?w=146&#038;h=143" alt="" width="146" height="143" /></a>Isu perdagangan bebas memang menjadi isu hangat dunia yang dimana efeknya tidak disadari oleh banyak orang. Perekenomian global yang sulit  difahami membuat orang enggan memperhatikan berbagai upaya WTO (<em>World Trade Organization</em>) dalam mengendalikan perekonomian dunia. Secara tersirat, kita dapat melihat kelicikan negara-negara maju ketika mereka menyerang banyak negara dunia ketiga dengan berbagai produk impor yang membanjiri hampir disetiap negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Dunia Tani  mengajak kita untuk setidaknya mengetahui apa yang sedang terjadi sehingga kita bisa berbuat _sedikit atau banyak_ untuk membentengi diri dan lingkungan kita dari kejamnya ‘perdagangan bebas’. Apakah kita menyadari bahwa kenaikan harga gula, telur, susu, daging dan berbagai produk yang kita konsumsi adalah ulah dari organisasi yang namanya WTO? Terkadang kita banyak menyalahkan pemerintah atas tekanan hidup yang kita alami. Tapi, saat ini kita bisa berbuat sebagai upaya kita untuk keluar dari <strong>ketergantungan</strong> dunia luar!</p>
<p style="text-align:justify;">Sikap masyarakat kita yang serba menggantungkan diri pada dunia luar adalah hal yang harus dievaluasi bahkan dihilangkan sama sekali. Maksudnya, kita bisa memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus menggunakan produk impor dimana harganya senantiasa dikendalikan negara pengekspor. Pernahkan terpikir dalam benak kita untuk memakan telur, daging, susu, jagung atau kedelai hasil dari saudara-saudara kita para petani di Nusantara?</p>
<p style="text-align:justify;">Dunia Tani lebih memfokuskan ajakan pada konsumsi bahan pangan karena semua itu ternyata dapat kita lakukan. Biarlah barang elektronik masih menggunakan barang impor, toh karena kita belum mampu produksi. Tapi, masa makan nasi aja harus pakai padi yang ditanam di Thailand? Makan daging dari Australia atau minum susu dari New Zeland?</p>
<p style="text-align:justify;">Kemandirian pangan yang selama ini didengungkan banyak kalangan hanya akan jadi isapan jempol belaka ketika masih banyak orang yang enggan mengelola tanahnya untuk makan keluarganya di kemudian hari. Kata kuncinya, <em>sejauh mana kita mau berbuat _sekecil apa pun_ untuk menyediakan pangan</em>. Ingat, bukan hanya biaya dan teknologi yang kita perlukan tapi tunjangan sumberdaya manusia adalah yang utama.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlawanan terhadap hegemoni pangan dunia tidak harus senantiasa lewat meja perundingan. Ketika sebuah perundingan tidak mencapai kata sepakat, maka sikap mandiri juga merupakan sebuah perlawanan. Dunia Tani punya keyakinan bahwa konsumsi dalam negeri menjadi ujung tombak untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Coba bayangkan, peternak sapi perah akan lebih rajin bekerja ketika produk susu mereka dibeli oleh tetangganya. Selama ini, penurunan terjadi karena peternak sudah bosan memeras susu lantaran kalah bersaing dengan susu impor.</p>
<p style="text-align:justify;">Perdagangan bebas menjadi perangkap bagi setiap individu di dunia ketika mereka sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan hidupnya. Perangkap itu bisa kita hindari ketika kita tidak mengikuti jalan yang ‘ditunjukan’ oleh WTO. Jalan itu adalah kebiasaan kita membeli produk impor.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Petani Jadi Tumbal WTO</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tiga hari belakangan (30 Nopember-2 Desember 2009) telah terjadi pertemuan para Menteri Perdagangan negara 153 negara anggota WTO. Pertemuan itu diwarnai demontrasi dari pihak yang beranggapan bahwa WTO merugikan para petani di banyak negara. Banyak petani miskin yang ‘dijajah’ oleh kebijakan perdagangan WTO. Para Petani yang mengolah lahan mereka hanya jadi tumbal karena produk mereka tergilas oleh produk impor yang jauh lebih murah.</p>
<p style="text-align:justify;">Murahnya harga produk impor karena negara pengekspor memberikan subsidi yang besar terhadap barang pertaniannya, sedangkan negara-negara miskin tidak mampu memberikan subsidi kepada para petaninya. Banyak negara importir yang tidak bisa menahan laju ekspor pangan karena adanya ketergantungan yang tinggi akan produk-produk pangan tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika melihat kondisi seperti ini, apakah kita masih berdiam diri?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniatani.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniatani.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniatani.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniatani.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniatani.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniatani.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniatani.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniatani.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniatani.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniatani.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=130&subd=duniatani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniatani.wordpress.com/2009/12/04/melawan-hegemoni-wto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fef04df0859a6d824081d4fe1be82e49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhammadyusufansori</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniatani.files.wordpress.com/2009/12/wto1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">WTO</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Isu Pertanian dalam Konferensi WTO di Jenewa</title>
		<link>http://duniatani.wordpress.com/2009/12/01/isu-pertanian-dalam-konferensi-wto-di-jenewa/</link>
		<comments>http://duniatani.wordpress.com/2009/12/01/isu-pertanian-dalam-konferensi-wto-di-jenewa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 22:36:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhammadyusufansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniatani.wordpress.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[
Mari sejenak mengalihkan perhatian kita ke Jenewa, Swiss dimana disana sedang digelar Konferensi Tingkat Menteri dari 153 negara anggota World Trade Organization (WTO) sejak 30 November &#8211; 2 Desember 2009. Salah satu isu penting yang senantiasa hangat untuk diperbincangkan adalah isu pertanian. Kehangatan isu ini sempat mengundang protes para aktivis di Swiss. Mereka beranggapan bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=123&subd=duniatani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.spi.or.id/wp-content/uploads/2009/11/Copy-of-Picture-126-300x178.jpg&amp;imgrefurl=http://www.spi.or.id/%3Fp%3D1400&amp;usg=__M4BMvoRvenEAHcuE8hO4DD1jG4w=&amp;h=178&amp;w=300&amp;sz=18&amp;hl=id&amp;start=16&amp;tbnid=jID7Ps3krRwWRM:&amp;tbnh=69&amp;tbnw=116&amp;prev=/images%3Fq%3DKTM%2BWTO%26gbv%3D2%26hl%3Did%26sa%3DG"><img class="alignleft size-full wp-image-122" title="KTM WTO" src="http://duniatani.files.wordpress.com/2009/12/ktm-wto1.jpg?w=300&#038;h=178" alt="" width="300" height="178" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Mari sejenak mengalihkan perhatian kita ke Jenewa, Swiss dimana disana sedang digelar Konferensi Tingkat Menteri dari 153 negara anggota World Trade Organization (WTO) sejak 30 November &#8211; 2 Desember 2009. Salah satu isu penting yang senantiasa hangat untuk diperbincangkan adalah isu pertanian. Kehangatan isu ini sempat mengundang protes para aktivis di Swiss. Mereka beranggapan bahwa WTO telah mengeluarkan ‘kebijakan’ perdagangan yang telah menciptakan kemiskinan di negara-negara kaya dan miskin dengan memeras para petani.</p>
<p style="text-align:justify;">Isu pertanian dalam setiap konferensi WTO menjadi isu sentral yang diusulkan oleh negara-negara berkembang _termasuk Indonesia_. Berikut ini kronologi isu-isu sentral dimana menjadi bahan perbincangan yang tidak kunjung mendapatkan titik temu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>November 2001 : </strong>Para anggota WTO bertemu di Qatar menyepakati pembicaraan multilateral pada Putaran Doha dengan penekanan pada pembangunan dan pembukaan pasar dalam pertanian, manufaktur serta jasa. Mereka menetapkan target pelaksanaan pada 1 Januari 2005.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Januari 2002 : </strong>Awal yang menjanjikan dengan cepatnya pemilihan Dirjen untuk memimpin negosiasi antarkelompok di Jenewa, markas WTO.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Maret 2003 : </strong>Negara-negara anggota WTO gagal memenuhi tenggat waktu untuk memutuskan formula tarif pertanian, dukungan domestik dan subsidi ekspor. Hal yang sama juga terjadi untuk sektor manufaktur dan jasa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>September 2003 : </strong>Negara berkembang menyerang proposal pertanian AS-Uni Eropa pada pertemuan menteri di Cancun, Meksiko dan membentuk blok negosiasi G-20 yang dipimpin India dan Brasil.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Juli 2004 : </strong>Para negosiator menyepakati kerangka kerja untuk penyelesaian Putaran Doha, tetapi menunda keputusan tersulit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1 Januari 2005 : </strong>Para anggota WTO gagal memenuhi target mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Desember 2005 : </strong>WTO mengadakan pertemuan menteri kelima mereka di Hongkong. Mereka setuju untuk menghilangkan subsidi ekspor pertanian pada 2013, tetapi lagi-lagi gagal untuk menyepakati formula  pemotongan subsidi pertanian domestik dan tarif.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>April 2006 : </strong>Para negosiator kembali gagal memenuhi tenggat manufaktur dan pertanian yang baru yang telah ditetapkan di Hongkong.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Juli 2006 : </strong>Dirjen WTO Pascal Lamy menunda negosiasi pascakegagalan G6 (AS, Uni Eropa, Brasil, India, Jepang dan Australia) memecah jalan buntu sektor pertanian.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Februari 2007 : </strong>Lamy umumkan negosiasi kembali dimulai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Juni 2007 : </strong>Pembicaraan kembali gagal, kali ini India dan Brasil mengeluhkan prilaku AS dan Uni Eropa yang meminta akses ke pasar manufaktur yang terlalu banyak  sebagai ganti pemotongan tarif dan subsidi pertanian mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Februari 2008 : </strong>Duta Besar Kanada untuk WTO Don Stephenson dan Duta Besar Selandia Baru untuk WTO Crawford Falconer mengeluarkan versi revisi teks negosiasi tentang barang-barang industri dan pertanian.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>29 Juli 2008 : </strong>Pembicaraan WTO kembali gagal karena AS dan India tidak menemukan titik kompromi tentang ukuran yang dipakai untuk melindungi para petani di negara-negara miskin dari gelombang impor.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>30 Nopember – 2 Desember 2009 : </strong>WTO kembali mengadakan pertemuan para menteri. Tujuannya tidak untuk negosiasi Doha, tetapi untuk mengambil jatah dalam badan kerja dan plot WTO ke depan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kenapa Isu Pertanian begitu Penting?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Selama ini banyak kalangan yang beranggapan bahwa WTO hanyalah sebagai alat pihak negara-negara maju terutama AS-Uni Eropa untuk mengendalikan perdagangan dunia. Komoditas pertanian seperti kedelai dan jagung harganya menjadi lebih murah dibandingkan produksi negara berkembang. Subsidi yang diterapkan Pemerintah AS-Uni Eropa membuat negara lain kalah bersaing dalam percaturan perdagangan dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertahun-tahun kebijakan ini membuat para petani di negara dunia ketiga terjerat oleh produk pertanian impor dari negara-negara maju. Imbasnya, pertanian lokal menjadi tersendat padahal menjadi sektor ekonomi utama negara-negara berkembang.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniatani.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniatani.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniatani.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniatani.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniatani.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniatani.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniatani.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniatani.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniatani.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniatani.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=123&subd=duniatani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniatani.wordpress.com/2009/12/01/isu-pertanian-dalam-konferensi-wto-di-jenewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fef04df0859a6d824081d4fe1be82e49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhammadyusufansori</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniatani.files.wordpress.com/2009/12/ktm-wto1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KTM WTO</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Konsumen untuk Melawan Dominasi Pasar Peternakan</title>
		<link>http://duniatani.wordpress.com/2009/11/12/kekuatan-konsumen-untuk-melawan-dominasi-pasar-peternakan/</link>
		<comments>http://duniatani.wordpress.com/2009/11/12/kekuatan-konsumen-untuk-melawan-dominasi-pasar-peternakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 15:40:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhammadyusufansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniatani.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Perdagangan komoditas peternakan saat ini cenderung dikuasai oleh kartel-kartel perdagangan yang mendominasi pasar nasional. Kartel-kartel tersebut membentuk suatu mekanisme perdagangan dengan menguasai komponen-komponen penting dalam dunia perdagangan komoditas peternakan. Asosiasi-asosiasi perdagangan yang biasa dibentuk tak lain adalah sebagai upaya untuk senantiasa mendominasi pasar. Komoditas daging ayam, daging sapi, telur hingga susu menjadi komoditas dengan harga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=119&subd=duniatani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Perdagangan komoditas peternakan saat ini cenderung dikuasai oleh kartel-kartel perdagangan yang mendominasi pasar nasional. Kartel-kartel tersebut membentuk suatu mekanisme perdagangan dengan menguasai komponen-komponen penting dalam dunia perdagangan komoditas peternakan. Asosiasi-asosiasi perdagangan yang biasa dibentuk tak lain adalah sebagai upaya untuk senantiasa mendominasi pasar. Komoditas daging ayam, daging sapi, telur hingga susu menjadi komoditas dengan harga yang senantiasa ‘dipermainkan’ pasar.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada kartel perdagangan yang menamakan dirinya gabungan koperasi, gabungan pengusaha atau gabungan industri. Apapun namanya, ketika dunia usaha dipenuhi oleh kartel-kartel dengan modal besar maka para pengusaha kecil sulit untuk menembus persaingan. Misalnya, harga daging ayam di pasaran saat ini yang terus melonjak ditentukan oleh kartel-kartel pengusaha ayam ras yang dikuasainya dari hulu hingga hilir. Penguasaan pasar dimulai dengan oligopoli bibit ayam atau yang biasa dipasarkan dalam bentuk DOC (Day Old Chick/Ayam Umur Sehari) hingga penguasaan pakan, obat-obatan dan sarana penunjang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ditengah sulitnya usaha ternak kecil menembus pasar, maka saya berpendapat bahwa persaingan bisa dilakukan jika kita memiliki strategi yang bertumpu pada kepercayaan konsumen pada produk kita. Selama ini konsumen kurang tahu asal-muasal produk yang mereka beli. Konsumen biasa membeli daging, telur dan susu di pasar tradisional atau pasar modern tanpa memperhatikan produsen produk tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut pengalaman saya ketika berdagang susu, ternyata konsumen ingin tahu produk yang mereka beli berasal darimana. Konsumen punya hak untuk tahu maka dari itu kita beri tahu mereka tentang identitas produk tersebut. Kondisi ini bisa menambah kepercayaan konsumen akan produk yang kita jual. Buktinya, ada diantara sekian banyak konsumen yang memilih membeli produk dari peternak rakyat meskipun dengan kualitas lebih rendah jika dibandingkan dengan produk susu yang sekarang banyak beredar di pasaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan begitu, saya percaya bahwa pengetahuan konsumen akan identitas produk dapat mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli produk para pengusah kecil. Dengan catatan, kita harus jujur dengan produk yang kita miliki. Misalnya, harga murah yang kita tawarkan memang tidak dibarengi dengan kualitas dan citra yang baik yang biasanya ditutup-tutupi oleh pedagang. Ternyata, harga murah menjadi pertimbangan utama sebagian pembeli dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika sebagian besar konsumen sudah memilih produk lokal dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka maka mekanisme pasar akan memihak pada para pengusaha lokal. Kartel-kartel besar pun akan mengurangi dominasi mereka ketika konsumen tidak berpihak pada mereka. Pada kenyataannya, konsumen lah yang mempengaruhi pasar bukan produsen yang menentukan kondisi pasar.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini, perekonomian cenderung berbasisis konsumsi dimana masyarakat ‘dipaksa’ untuk meningkatkan konsumsi hariannya. Seyogyanya, perdagangan dalam usaha peternakan pun mengandalkan perilaku konsumen untuk membeli produk yang kita miliki. Misalnya, jika susu yang selama ini beredar dipasaran adalah produk pabrik maka sebaiknya konsumen membelinya langsung dari peternak atau koperasi yang ada untuk memotong jalur distribusi susu yang terlalu rumit dan berbelit-belit.</p>
<p style="text-align:justify;">Konsumen adalah pihak terakhir dalam jalur distribusi produk peternakan sehingga punya ‘kekuasaan’ yang dapat mengendalikan mekanisme pasar. Jika selama ini mekanisme pasar dikendalikan oleh pedagang maka sudah saatnya konsumen mempengaruhi fluktualitas harga di pasaran. Ada banyak produsen yang menganjurkan konsumen untuk membeli produk dalam negeri sebagai upaya menjadikan konsumen untuk melawan dominasi produk impor. Memang seperti itulah mekanisme pasar, produsen tidak bisa memaksa konsumen untuk membeli produknya meskipun dengan kualifikasi yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hari yang lalu, di media massa dilaporkan kebangkrutan yang dialami oleh produsen otomotif Amerika seperti General Motor dan Ford. Mereka bersikeras mempertahankan kualitas produk dengan harga yang selangit sehingga ketika krisis global menerpa konsumen pun enggan membeli mobil mahal buatan Amerika. Justru Toyota-lah yang masih tetap bertahan dengan harga produknya yang terjangkau malahan mengganti posisi General Motor sebagai produsen otomotif terbesar di dunia. Setelah diperhatikan, ternyata asumsi konsumen tentang kendaraan sudah mulai berubah. Banyak konsumen yang membeli mobil dengan motif kebutuhan bukan sekedar prestise atau meningkatkan gengsi semata.</p>
<p style="text-align:justify;">Asumsi ini juga berlaku pada produk peternakan. Jika produk susu bermerek yang selama ini dibeli konsumen terus mengalami kenaikan harga, maka jangan aneh ada sebagian konsumen yang beralih ke susu segar tanpa merek karena semata memenuhi kebutuhan gizi. Begitupun dengan daging dan telur, jika konsumen mengalihkan pembeliannya pada peternak sekitar rumahnya maka fluktuasi harga dikendalikan oleh konsumen.</p>
<p style="text-align:justify;">Asumsi-asumsi inilah yang sering mendorong penulis untuk senantiasa beternak dan memenuhi kebutuhan gizi sendiri. Untuk kebutuhan daging ayam dan telur, maka kita memelihara ayam. Begitupun untuk kebutuhan daging sapi dan domba alangkah lebih baik membelinya dari para peternak sekitar kita. Kebiasaan memenuhi pangan sendiri ini sudah mulai luntur akibat perubahan asumsi dan gaya hidup yang ingin serba praktis. Akibatnya, masyarakat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pangannya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniatani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniatani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniatani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniatani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniatani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniatani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniatani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniatani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniatani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniatani.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=119&subd=duniatani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniatani.wordpress.com/2009/11/12/kekuatan-konsumen-untuk-melawan-dominasi-pasar-peternakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fef04df0859a6d824081d4fe1be82e49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhammadyusufansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Air, Hal yang Terlupakan dalam Pembangunan Desa</title>
		<link>http://duniatani.wordpress.com/2009/10/26/air-hal-yang-terlupakan-dalam-pembangunan-desa/</link>
		<comments>http://duniatani.wordpress.com/2009/10/26/air-hal-yang-terlupakan-dalam-pembangunan-desa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 14:12:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhammadyusufansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniatani.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Pengairan Pertanian
Masyarakat pedesaan di Indonesia merupakan bentuk tatanan masyarakat yang menjadikan pertanian sebagai tulang punggung ekonomi. Sebagai negara agraris, sebagian penduduk Indonesia  bertumpu pada pertanian yang menjadi sumber pendapatan. Pertanian tradisional yang masih dijalankan para petani Indonesia senantiasa menghadapi kendala sehingga mengalami kesulitan untuk meningkatkan produksi komoditas pertanian yang digarapnya.
Salah satu kendala yang biasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=117&subd=duniatani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>Sumber Pengairan Pertanian</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Masyarakat pedesaan di Indonesia merupakan bentuk tatanan masyarakat yang menjadikan pertanian sebagai tulang punggung ekonomi. Sebagai negara agraris, sebagian penduduk Indonesia  bertumpu pada pertanian yang menjadi sumber pendapatan. Pertanian tradisional yang masih dijalankan para petani Indonesia senantiasa menghadapi kendala sehingga mengalami kesulitan untuk meningkatkan produksi komoditas pertanian yang digarapnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu kendala yang biasa dihadapi para petani di pedesaan adalah kesulitan mendapatkan sumber air ketika musim kemarau tiba. Banyak areal pertanian yang mengalami kekeringan. Kondisi ini menyebabkan kegagalan panen yang dialami para petani karena areal pertanian yang mereka miliki merupakan areal tadah hujan.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalah kekeringan ini biasa dialami oleh para petani di Desa Sukamerang, Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut. Keterbatasan sumber air menjadi problematika yang kerap dialami setiap kemarau tiba. Para petani tidak bisa mengairi areal sawahnya karena kondisi geografis yang tidak mendukung. Akibatnya, penduduk harus menunda masa tanam padi sampai hujan kembali turun.</p>
<p style="text-align:justify;">Lahan-lahan pertanian yang seyogyanya ditanami malah menjadi lahan tidur dimana lahan tidak produktif dan dibiarkan begitu saja. Produktifitas petani yang berhenti turut berpengaruh pada kondisi sosial ekonomi masyarakat. Banyak orang yang menganggur karena tidak ada lahan yang bisa digarap. Pendapatan masyarakat pun otomatis menurun seiring terhentinya produktifitas pertanian.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Sumber Air Bersih </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kekeringan yang sering melanda desa Sukamerang juga turut mempengaruhi ketersediaan air bersih. Ketika kemarau tiba, banyak masyarakat yang kekurangan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga. Air sebagai salah satu komponen kehidupan seakan menjadi barang mahal karena penduduk harus mendapatkannya dari tempat jauh. Sumur-sumur yang dimiliki penduduk pun cenderung kering karena air sudah tidak tersedia lagi di tanah. Bahkan, masjid sebagai sarana umum harus mendatangkan air dari tempat jauh untuk keperluan ibadah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketersediaan air bersih ini dirasa penting karena berpengaruh pada kondisi kesehatan dan produktifitas masyarakat. Ketika masyarakat mudah mendapatkan air bersih maka diharapkan masyarakat bisa berkonsentrasi untuk melakukan aktifitas lain. Jika kemarau tiba, penduduk memiliki tambahan pekerjaan yakni menyediakan air bersih untuk keluarga.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Meningkatkan Potensi Ekonomi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketersediaan air di desa Sukamerang diharapkan dapat meningkatkan potensi ekonomi masyarakat. Potensi pertanian yang menjadi andalan pendapatan masyarakat dapat tergali karena salah satu penunjang utamanya yakni air sudah tersedia. Ketika pertanian sudah dapat berjalan maka diharapkan dapat merangsang potensi lain seperti peternakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Peternakan rakyat yang ada di desa Sukamerang terdiri dari domba, sapi, ayam dan kerbau. Ternak-ternak tersebut belum dikelola dengan optimal sehingga tidak bisa menjadi sumber pendapatan andalan masyarakat. Sumber pakan ternak yang tersedia belum mencukupi karena banyak lahan yang kering dan tidak termanfaatkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Akibat dari kondisi tersebut, banyak penduduk yang melakukan urbanisasi untuk mencari pendapatan. Dengan begitu, potensi ekonomi pedesaan pun belum tergali secara maksimal. Padahal, masih banyak potensi yang bisa dimanfaatkan masyarakat desa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Sumber Air sebagai Komponen Utama</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Memperhatikan kondisi diatas maka perlu adanya proyek yang berkonsentrasi pada penyediaan air sebagai komponen utama kehidupan masyarakat desa Sukamerang. Proyek tersebut berorientasi sosial sehingga tidak mengharapkan keuntungan finansial sebagai hasil ketika proyek tersebut sudah berjalan. Diharapkan ada pihak yang sanggup mendukung proyek tersebut baik secara moril maupun materil.</p>
<p style="text-align:justify;">Proyek ini merupakan proyek jangka panjang dimana akan senantiasa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semoga saja akan didapat manfaat yang sangat besar ketika proyek ini sudah berjalan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniatani.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniatani.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniatani.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniatani.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniatani.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniatani.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniatani.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniatani.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniatani.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniatani.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=117&subd=duniatani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniatani.wordpress.com/2009/10/26/air-hal-yang-terlupakan-dalam-pembangunan-desa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fef04df0859a6d824081d4fe1be82e49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhammadyusufansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Entog, Unggas Air yang Berpotensi</title>
		<link>http://duniatani.wordpress.com/2009/10/22/entog-unggas-air-yang-berpotensi/</link>
		<comments>http://duniatani.wordpress.com/2009/10/22/entog-unggas-air-yang-berpotensi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 14:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhammadyusufansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniatani.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=113&subd=duniatani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="size-large wp-image-112 aligncenter" title="entog " src="http://duniatani.files.wordpress.com/2009/10/entog-2.jpg?w=717&#038;h=538" alt="entog " width="717" height="538" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniatani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniatani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniatani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniatani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniatani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniatani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniatani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniatani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniatani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniatani.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=113&subd=duniatani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniatani.wordpress.com/2009/10/22/entog-unggas-air-yang-berpotensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fef04df0859a6d824081d4fe1be82e49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhammadyusufansori</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniatani.files.wordpress.com/2009/10/entog-2.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">entog </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mempertahankan Pelanggan Susu Segar</title>
		<link>http://duniatani.wordpress.com/2009/09/17/mempertahankan-pelanggan-susu-segar/</link>
		<comments>http://duniatani.wordpress.com/2009/09/17/mempertahankan-pelanggan-susu-segar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 10:03:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhammadyusufansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniatani.wordpress.com/2009/09/17/mempertahankan-pelanggan-susu-segar/</guid>
		<description><![CDATA[Persaingan dunia usaha menjadi kendala tersendiri untuk mengembangkan usaha, tidak terkecuali usaha peternakan. Persaingan tersebut bisa berupa ‘perebutan’ pelanggan dimana pelanggan menjadi ujung tombak usaha kita.
Ada banyak alasan kenapa pelanggan masih bertahan mengonsumsi produk kita. Keunggulan produk, kemudahan akses dan harga yang terjangkau menjadi bahan pertimbangann pembeli ketika dihadapkan pada produk yang sama. Bukanlah hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=110&subd=duniatani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Persaingan dunia usaha menjadi kendala tersendiri untuk mengembangkan usaha, tidak terkecuali usaha peternakan. Persaingan tersebut bisa berupa ‘perebutan’ pelanggan dimana pelanggan menjadi ujung tombak usaha kita.<br />
Ada banyak alasan kenapa pelanggan masih bertahan mengonsumsi produk kita. Keunggulan produk, kemudahan akses dan harga yang terjangkau menjadi bahan pertimbangann pembeli ketika dihadapkan pada produk yang sama. Bukanlah hal yang mudah untuk mempertahankan pelanggan agar tidak berpindah ‘ke lain hati’. Harus ada banyak inofasi yang dilakukan supaya usaha kita tetap bisa berjalan.<br />
Susu segar sebagai salah satu produk peternakan rentan terhadap fluktuasi pembelian. Produk yang ditawarkan merupakan produk yang belum populer di masyarakat sehingga besar kemungkinan pelanggan akan kembali ke kebiasaan lamanya yakni mengonsumsi susu kemasan bermerek. Kepercayaan masyarakat pada khasiat susu segar belum begitu besar sehingga masih ada kemungkinan masyarakat memilih jalan lain untuk memenuhi kebutuhan gizinya.<br />
Untuk itu, ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mempertahankan pelanggan susu segar diantaranya:<br />
1.	Hitung kerugian jika kita kehilangan beberapa orang pelanggan. Dengan begitu, kita mengetahui biaya yang harus dikeluarkan untuk ‘merebut’ kembali hati pelanggan atau mencari pelanggan lain.<br />
2.	Catat kembali kegiatan sehari-hari yang biasa dilakukan pedagang. Perhatikan satu-persatu apakah ada kesalahan yang dilakukan sehingga ada pelanggan ‘kabur’. Bisa jadi, hilangnya pelanggan adalah kesalahan kita. Pelayanan yang kurang memuaskan, produk rusak atau kurangnya promosi bisa menjadi penyebab pelanggan melupakan atau meninggalkan produk kita.<br />
3.	Jika kita sudah tahu kesalahan kita, maka hal itulah yang harus diperbaiki. Tingkatkan promosi, perbanyak percakapan dengan pelanggan, jaga kebersihan, perbaiki penampilan dan tentu saja penuhi keinginan pelanggan merupakan langkah yang harus diambil.<br />
4.	Apabila hilangnya pelanggan akibat ulah dari pesaing kita maka cari tahu kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan yang mereka miliki boleh kita tiru dan kelemahannya mesti dijauhi. Menurut Arifin Panigoro, perlakukanlah pesaing sebagai mitra usaha. Bisa jadi, rezeki kita datang dari infomasi yang mereka miliki.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniatani.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniatani.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniatani.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniatani.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniatani.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniatani.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniatani.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniatani.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniatani.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniatani.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=110&subd=duniatani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniatani.wordpress.com/2009/09/17/mempertahankan-pelanggan-susu-segar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fef04df0859a6d824081d4fe1be82e49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhammadyusufansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waspadai Dampak El Nino terhadap Persediaan Beras Nasional</title>
		<link>http://duniatani.wordpress.com/2009/08/09/waspadai-dampak-el-nino-terhadap-persediaan-beras-nasional/</link>
		<comments>http://duniatani.wordpress.com/2009/08/09/waspadai-dampak-el-nino-terhadap-persediaan-beras-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 09:58:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhammadyusufansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniatani.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini pernah dimuat di Harian Tribun Jabar edisi 31 Juli 2009
Krisis yang melanda negeri ini tidak kunjung berhenti. Setelah badai krisis keuangan melanda negeri ini, kini kita menyambut badai El Nino yang siap menerkam sektor pertanian. Di Indonesia bentuk El Nino adalah kekeringan, sedangkan di Filipina dan negara lainnya berupa taifun. Badai jenis itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=103&subd=duniatani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Tulisan ini pernah dimuat di Harian <a href="http://tribunjabar.co.id">Tribun Jabar</a> edisi 31 Juli 2009</p>
<p style="text-align:justify;">Krisis yang melanda negeri ini tidak kunjung berhenti. Setelah badai krisis keuangan melanda negeri ini, kini kita menyambut badai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/El_Nino">El Nino</a> yang siap menerkam sektor pertanian. Di Indonesia bentuk El Nino adalah kekeringan, sedangkan di Filipina dan negara lainnya berupa taifun. Badai jenis itu juga dapat mempengaruhi debit persediaan air dan ketahanan pangan. Tapi, sebaliknya bagi orang Peru, El Nino berarti Tuhan atau Berkah pasalnya setiap angin ini datang, turun musim hujan yang menyuburkan pertanian mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-105" title="el-nino" src="http://duniatani.files.wordpress.com/2009/08/el-nino.jpeg?w=135&#038;h=135" alt="el-nino" width="135" height="135" />Fenomena alam ini telah memberikan dampak yang signifikan bagi persediaan beras nasional. Tiga tahun lalu, badai El Nino yang cukup parah di Indonesia telah mengakibatkan sekitar 50 ribu hektare lahan mengalami puso atau gagal panen (<em>Media Indonesia, 22/7/2009</em>). Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, dalam 10 tahun terkahir dampak terberat El Nino terjadi pada 1997-1998. Untuk 2009, Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian (Deptan) Sutarto Alimoeso mengatakan daerah-daerah rawan badai itu adalah daerah yang pengairannya tidak terjamin seperti Indramayu dan Cirebon. Dalam sepekan saja, sekitar 40 ribu hektare lahan persawahan di Jawa Barat mengalami puso dan gagal panen. Tanaman padi yang terkena kekeringan ataupun gagal panen rata-rata berumur 30-40 hari yakni sudah siap panen.</p>
<p style="text-align:justify;">Fenomena  El Nino ini sangat berpengaruh pada persediaan beras nasional. Kegagalan panen yang dialami oleh para petani menjadikan cadangan beras di gudang menjadi menyusut. Padahal, seharusnya ada pertambahan cadangan beras nasional untuk bisa dimanfaatkan dimasa mendatang. Menurunnya stok beras nasional diharapkan tidak menjadi pemicu krisis pangan yang pernah terjadi pada era 2007/2008 lalu. Tentu saja, kelangkaan beras di pasaran bisa memicu naiknya harga beras di masyarakat. Ketika harga beras sudah mahal, maka ketahanan pangan yang diharapkan tidak akan tercapai.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak kesulitan yang dialami Pemerintah _terutama Pemprop Jabar_ dalam menghadapi fenomena El Nino kali ini. Lahan pertanian di Jawa Barat yang semakin menyempit menjadi salah satu kendala meningkatkan produksi beras. Uniknya, lahan yang ada pun mengalami kekeringan (<em>Pikiran Rakyat, 4/7/2009</em>). Menurut Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jabar Entang Satraatmaja, bertambahnya areal sawah yang kekeringan karena tidak berfungsinya saluruan irigasi yang ada. Oleh karena itu, harus ada keseriusan Pemerintah  untuk memperbaiki irigasi yang ada (<em>Media Indonesia, 23/7/2009</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kerawanan beras akibat fenomena iklim El Nino ini, Pemerinah harus meningkatkan cadangan berasnya sebanyak 500.000 ton. Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar menghimbau mengeluarkan anggaran untuk cadangan beras pemerintah (CBP) yang harus disetujui oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Menteri Keuangan. CBP adalah cadangan beras disediakan pemerintah untuk menghadapi kondisi bila sewaktu-waktu terjadi gejolak harga beras atau rawan beras di masyarakat. CBP sebanyak 1 ton idela untuk menghadapi kemungkinan terburuk dari dampak El Nino. Tambahan CBP 500.000 ton tidak akan digunakan pada tahun 2009. Namun, tambahan itu harus segera disediakan karena diperkirakan hingga kuartal I-2010 pembelian beras akan sulit dilakukan akibat panen yang berkurang (<em>Kompas, 24/7/2009</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Jika CBP tidak memenuhi kebutuhan, maka harus ada kebijakan impor sebesar 1 juta-1,5 juta ton sebagaimana yang disampaikan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang Sosial Budaya Subur Budisantoso. Meskipun kebijakan impor ini menguras anggaran, namun langkah tersebut menjadi opsi penanggulangan kelangkaan beras. Hal yang harus diperhatikan adalah pola distribusi beras agar merata. Pola distribusi yang baik tidak membuat ketimpangan harga beras dan besaran cadangan beras di setiap daerah.</p>
<p style="text-align:justify;">Fenomena El Nino ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua supaya senantiasa memperhatikana pertanian sebagai salah satu komponen pembangunan nasional. Ironi, negara Indonesia yang memiliki tanah yang luas dan subur masih mengalami kebingungan mengelola kebutuhan pangan. Harus ada kemauan keras dari kita untuk kembali menata pertanian kita yang selama ini terbengkalai.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniatani.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniatani.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniatani.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniatani.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniatani.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniatani.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniatani.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniatani.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniatani.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniatani.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=103&subd=duniatani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniatani.wordpress.com/2009/08/09/waspadai-dampak-el-nino-terhadap-persediaan-beras-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fef04df0859a6d824081d4fe1be82e49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhammadyusufansori</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniatani.files.wordpress.com/2009/08/el-nino.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">el-nino</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khasiat Susu Kambing</title>
		<link>http://duniatani.wordpress.com/2009/07/29/khasiat-susu-kambing/</link>
		<comments>http://duniatani.wordpress.com/2009/07/29/khasiat-susu-kambing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 07:49:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhammadyusufansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniatani.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Susu kambing sebagai produk murni alami mengandung nutrisi yang paling sempurna sebagai minuman yang bermanfaat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan tubuh kita.
Berdasarkan uji klinis dan uji medis yang dilakukan dibanyak lembaga, termasuk lembaga kedokteran di berbagai  Negara. Susu kambing Peranakan Ettawa (PE) memberikan kahasiat ganda yaitu disamping sebagai minuman bernutrisi tinggi yang bermanfaat  untuk memelihara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=100&subd=duniatani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Susu kambing sebagai produk murni alami mengandung nutrisi yang paling sempurna sebagai minuman yang bermanfaat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan tubuh kita.</p>
<p>Berdasarkan uji klinis dan uji medis yang dilakukan dibanyak lembaga, termasuk lembaga kedokteran di berbagai  Negara. Susu kambing Peranakan Ettawa (PE) memberikan kahasiat ganda yaitu disamping sebagai minuman bernutrisi tinggi yang bermanfaat  untuk memelihara kesehatan juga dapat membanu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit.</p>
<p>Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap di bawah ini terdapat Perbandingan kandungan  nutrisi susu per 100 Gram.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="306">
<tbody>
<tr>
<td width="83" valign="top"><strong>Kandungan Nutrisi</strong></td>
<td width="59" valign="top"><strong>Satuan </strong></td>
<td width="66" valign="top"><strong>Susu Kambing</strong></td>
<td width="45" valign="top"><strong>Susu Sapi</strong></td>
<td width="53" valign="top"><strong>ASI</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="83"><strong>Air </strong></td>
<td width="59">Gram</td>
<td width="66">83,00-87,5</td>
<td width="45">87,20</td>
<td width="53">88,30</p>
<p>6.90</td>
</tr>
<tr>
<td width="83"><strong>Karbohidrat</strong></td>
<td width="59">Gram</td>
<td width="66">4,60</td>
<td width="45">4,70</td>
<td width="53">6.90</td>
</tr>
<tr>
<td width="83"><strong>Energi</strong></td>
<td width="59">Kcal</td>
<td width="66">67,00</td>
<td width="45">66,00</td>
<td width="53">69.10</td>
</tr>
<tr>
<td width="83"><strong>Protein</strong></td>
<td width="59">Gram</td>
<td width="66">3,30-4,9</td>
<td width="45">3,30</td>
<td width="53">1,00</td>
</tr>
<tr>
<td width="83"><strong>Lemak</strong></td>
<td width="59">Gram</td>
<td width="66">4,00-7,3</td>
<td width="45">3,70</td>
<td width="53">4,40</td>
</tr>
<tr>
<td width="83"><strong>Kalsium (Ca)</strong></td>
<td width="59">mg</td>
<td width="66">129,00</td>
<td width="45">117,00</td>
<td width="53">33,00</td>
</tr>
<tr>
<td width="83"><strong>Phospor (P)</strong></td>
<td width="59">mg</td>
<td width="66">106,00</td>
<td width="45">151,00</td>
<td width="53">14,00</td>
</tr>
<tr>
<td width="83"><strong>Zat Besi (Fe)</strong></td>
<td width="59">mg</td>
<td width="66">0,05</td>
<td width="45">0,05</td>
<td width="53">0,02</td>
</tr>
<tr>
<td width="83"><strong>Vitamin A</strong></td>
<td width="59">IU</td>
<td width="66">185,00</td>
<td width="45">138,00</td>
<td width="53">240,00</td>
</tr>
<tr>
<td width="83"><strong>Vit B1</strong></td>
<td width="59">mg</td>
<td width="66">0,04</td>
<td width="45">0,03</td>
<td width="53">0,01</td>
</tr>
<tr>
<td width="83"><strong>Vitamin B2</strong></p>
<p><strong>(Ribofalvin)</strong></td>
<td width="59">mg</td>
<td width="66">0,14</td>
<td width="45">0,17</td>
<td width="53">0,04</td>
</tr>
<tr>
<td width="83"><strong>Niasin (Niacin)</strong></td>
<td width="59">mg</td>
<td width="66">0,30</td>
<td width="45">0,08</td>
<td width="53">0,20</td>
</tr>
<tr>
<td width="83"><strong>Vitamin B12</strong></td>
<td width="59">mg</td>
<td width="66">0,07</td>
<td width="45">0,36</td>
<td width="53">0,04</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Molekul lemak susu kambing jauh lebih kecil dan homogen dibandingkan dengan susu sapi, sehingga lemak susu kambing lebih mudah diserap dalam pencernaan manusia.</p>
<p>Susu kambing mengandung <strong>fluorin </strong>yang cukup tinggi yaitu 10-100 kali lebih banyak dibandingkan susu sapi. Unsur ini merupakan antiseptic alami yang mengandung elemen pencegah tumbuhnya bakteri didalam tubuh. Kehadiran <strong>fluorin </strong>dapat meningkatkan ketahanan tubuh, sehingga dapat mereduksi berkembangnya bakteri patogen.</p>
<p><strong>KHASIAT SUSU KAMBING</strong></p>
<p>1. <em>Mengandung zat bergizi tinggi baik protein</em>, lemak, hidrat arang dan mineral serta mengandung beberapa vitamin yang diperlukan tubuh sehingga baik untuk dikonsumsi oleh orang tua, dewasa, anak-anak bahkan balita. Untuk balita dapat digunakan sebagai pengganti ASI.</p>
<p>2. <em>Menambah vitalitas </em>(meningkatkan kemampuan seksualitas bagi pria dan wanita, mengatasi masalah impotensi) dan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.</p>
<p>3. <em>Lebih mudah dicerna </em>tubuh karena tekstur yang terdapat dalam protein dan lemaknya lebih halus daripada susu sapi. Sehingga dapat membantu menyembuhkan penyakit maag dan borok usus, serta untuk orang yang alergi susu sapi.</p>
<p>4. <em>Membantu menyembuhkan penyakit </em>kurang darah (anemia), diabetes, militus, gangguan pernafasan (asama, bronchitis, TBC), rheumatic dan asam urat.</p>
<p>5. Berdasarkan penelitian di Amerika mempunyai efek  <em>anti kanker</em>.</p>
<p>6. Komposisi kalsium dan phosphor yang paling seimbang disbanding susu lain, sehingga sangat baik untuk pertumbuhan tulang anak-anak dan mencegah keropos tulang bagi orang dewasa.</p>
<p>7. Sebagai bahan baku industri kosmetik (perawatan kulit dan tubuh).</p>
<p>8. Dalam perkembangan selanjutnya susu kambing dapat dipergunakan sebagai <em>bahan baku industri makanan dan minuman.</em></p>
<p>Mengkonsumsi susu kambing PE ini berdasarkan pengalaman sampai saat ini, diketahui tidak memberikan dampak negative bagi penderita gangguan hipertensi, dan penderita kolesterol tinggi. Susu kambing PE dapat dikonsumsikan tanpa menimbulkan interaksi negatif terhadap kesehatan.</p>
<p><strong>Sebelum dikonsumsi direkomendasikan Susu Kambing PE ini diproses sbb.:</strong></p>
<p>1. Dipanaskan/ditim/dikukus suhu 60-75<sup>0</sup>C selama 10-15 menit selanjutnya dapat dikonsumsi.</p>
<p>2. Apabila susu kambing yang anda peroleh dalam bentuk beku (100% frozen) dengan kemasan plastik kualitas PE yaitu sejenis palstik yang tidak mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan., maka susu tersebu dimasukan bersamaan dalam panci yang berisi air dingin tanpa membuka kemasannya sampai cir, setelah itu dipanaska dengan suhu 60-70<sup>0</sup>C (hangat kuku) selanjutnya dapat dikonsumsi.</p>
<p>3.  Penyajian susu kambing ini dapat dikombinasikan dengan penggunaan gula, kopi, coklat, jahe, madu, telur atau ekstrak buah-buahan.</p>
<p>4. Susu kambing diminum sehari 2 gelas pagi dan sore masing-masing 200 atau 250 ml.</p>
<p>5. Apabila susu kambing ini akan disimpan dalam jangka panjang, maka penyimpannya dilakukan dalam freezer dengan keadaan beku.</p>
<p>Susu kambing dapat diperoleh dalam  kemasan ukuran 200 ml di The Dairy Farm Milkshop, phone: 022 93272549</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniatani.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniatani.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniatani.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniatani.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniatani.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniatani.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniatani.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniatani.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniatani.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniatani.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=100&subd=duniatani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniatani.wordpress.com/2009/07/29/khasiat-susu-kambing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fef04df0859a6d824081d4fe1be82e49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhammadyusufansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Optimalisasi Potensi Desa</title>
		<link>http://duniatani.wordpress.com/2009/06/24/optimalisasi-potensi-desa/</link>
		<comments>http://duniatani.wordpress.com/2009/06/24/optimalisasi-potensi-desa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 16:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhammadyusufansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniatani.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dimuat di Tribun Jabar edisi 24 Juni 2009

Bulan Juni dan Juli adalah bulan bertambahnya pengangguran di Indonesia. Pada bulan tersebut, banyak angkatan kerja lulusan SD, SMP, SMA atau Perguruan Tinggi yang mencari kerja sebagai konsekuensi hidup ketika lulus dari jenjang pendidikan yang ditekuninya. Kondisi ini tidak hanya ada di perkotaan dengan populasi penduduk yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=97&subd=duniatani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pernah dimuat di <a href="http://tribunjabar.co.id/read/artikel/9023/optimalisasi-potensi-desa">Tribun Jabar edisi 24 Juni 2009</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bulan Juni dan Juli adalah bulan bertambahnya pengangguran di Indonesia. Pada bulan tersebut, banyak angkatan kerja lulusan SD, SMP, SMA atau Perguruan Tinggi yang mencari kerja sebagai konsekuensi hidup ketika lulus dari jenjang pendidikan yang ditekuninya. Kondisi ini tidak hanya ada di perkotaan dengan populasi p<img class="size-medium wp-image-98 alignleft" title="Suasana Desa" src="http://duniatani.files.wordpress.com/2009/06/100_3740.jpg?w=180&#038;h=135" alt="Suasana Desa" width="180" height="135" />enduduk yang banyak tetapi terjadi pula di pedesaan. Kondisi yang dilematis ketika usia angkatan kerja yang seharusnya produktif tidak dapat mengapresiasikan potensinya karena sempitnya lapangan kerja yang tersedia.</p>
<p style="text-align:justify;">Krisis ekonomi berkepanjangan yang terjadi di negeri ini telah menyeret penduduk pedesaan untuk senantiasa melakukan urbanisasi ke perkotaan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak. Opsi ini sudah menjadi tradisi diberbagai daerah sehingga begitu banyak pemuda desa yang berambisi untuk ‘mengadu nasib’ ke perkotaan. Kondisi ini membuat pola penyebaran penduduk yang tidak baik dimana potensi sumbedaya manusia cenderung terkonsentrasi di perkotaan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengapa Harus Urbanisasi?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rendahnya potensi daerah adalah salah satu alasan tingginya angka urbanisasi. Banyaknya penduduk usia angkatan kerja yang meninggalkan daerahnya menjadikan daerah asal mereka seakan terabaikan. Tren ‘merantau’ sudah menjadi hal yang lumrah sehingga ‘harus’ dilakukan oleh pemuda angkatan kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Rendahnya minat seseorang untuk menggali potensi daerahnya juga menjadi alasan lain untuk mencari penghidupan di perkotaan. Banyak penduduk pedesaan yang tidak mengetahui kebutuhan penduduk daerah lain dimana daerahnya bisa memenuhinya. Misalnya, kebutuhan penduduk perkotaan akan sayuran dimana hanya pedesaan yang mampu menyediakannya. Selain itu, banyak kebutuhan pangan yang harus dipenuhi penduduk perkotaan dimana penduduk pedesaan dapat memenuhinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mencari Potensi Desa dengan Menggali Informasi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Informasi yang tepat tentang kebutuhan masyarakat luas adalah hal penting untuk dapat menggali potensi daerah. Informasi tersebut bisa berasal dari media massa atau sumber langsung yang memiliki kebutuhan.  Untuk itu, kita harus rajin menggali informasi dengan jalan bersosialisasi dengan berbagai  kalangan seperti Pemerintah, pengusaha, pemilik pasar tradisional atau pasar modern dan kalangan yang mempunyai kepentingan dengan daerah yang kita huni.</p>
<p style="text-align:justify;">Informasi yang kita dapatkan adalah hal berharga yang harus kita jaga. Untuk menjaganya, kita sosialiasikan dengan orang disekitar kita maka diharapkan mendapatkan informasi tambahan yang memperkaya pengetahuan kita. Terpeliharanya informasi potensi daerah menjadi pemicu seseorang untuk menggali potensi daerahnya. Banyak cara untuk memelihara potensi daerah yang kita miliki, diantaranya dengan mengadakan forum desa dimana dipertemukan antara masyarakat, Pemerintah dan kalangan yang berkepentingan. Forum ini menjadi ajang pertukaran informasi antara berbagai pihak terutama untuk generasi muda. Misalnya, pengusaha dari perkotaan yang membutuhkan sayuran untuk dijual di supermarket bertukar informasi dengan masyarakat setempat sedangkan Pemerintah bertindak sebagai mediator.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini, sering terjadi kebingungan di kalangan anak muda di pedesaan tentang ‘apa yang harus dilakukan’ ketika mereka menyelesaikan pendidikannya. Dengan adanya forum desa ini, maka diharapkan ada pencerahan sehingga para pemuda tahu apa yang harus dilakukan. Kebingungan itu tergambar dari banyaknya pemuda desa yang memilih menganggur daripada harus menggarap tanah milik keluarganya. Mereka beranggapan bahwa hasil bumi tidak dapat menghasilkan ‘uang’ yang selama ini mereka butuhkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Alangkah lebih baik jika para investor menanamkan modalnya di pedesaan sehingga akan menyerap cukup banyak tenaga kerja. Lemahnya investasi di pedesaan bisa menjadi penyebab kurang seriusnya masyarakat desa mengoptimalkan potensi daerahnya. Mayoritas dari mereka cenderung menggarap lahan apa adanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Investasi di bidang pertanian diharapkan menjadi pemicu para petani untuk meningkatkan hasil buminya sehingga akan terasa manfaatnya. Hal ini menjadi cerminan bagi para pemuda untuk menekuni usaha dibidang pertanian karena mereka melihat prospek yang cerah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesungguhan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Semua pihak harus memperlihatkan kesungguhannya dalam memberdayakan masyarakat desa. Kesungguhan ini dapat terwujud dari terbukanya akses infromasi yang diinginkan. Tanpa adanya upaya yang serius maka tidak menjadi pendongkrak kesetabilan ekonomi pedesaan yang selama ini menjadi tumpuan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniatani.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniatani.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniatani.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniatani.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniatani.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniatani.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniatani.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniatani.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniatani.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniatani.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniatani.wordpress.com&blog=5208980&post=97&subd=duniatani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniatani.wordpress.com/2009/06/24/optimalisasi-potensi-desa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fef04df0859a6d824081d4fe1be82e49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhammadyusufansori</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniatani.files.wordpress.com/2009/06/100_3740.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Suasana Desa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>